Manfaatkan Social Media Untuk Bisnis

Manfaatkan Social Media Untuk Bisnis
Bisnis Lewat Social Media, Disini Ilmunya!
Showing posts with label bisnis online. Show all posts
Showing posts with label bisnis online. Show all posts

Saturday, April 30, 2011

Membantu bukan Menjebak !

Rasanya baru kemarin aku gabung di bisnis ini,
Multi Level Marketing memang, tapi yang ini beda!

Apa buktinya ?
Buktinya aku berhasil membuktikan bahwa orang yang aku ajak di bisnis ini berhasil aku bantu untuk sukses, untuk mulai merasakan hasil dari kerjanya,
jadi aku tidak menjebak mereka untuk menyukseskan diriku lho!

Delapan bulan menjalani bisnis ini sama sekali tidak terasa.
Bulan pertama kujalani dengan santai, tanpa punya target apa - apa.
Bulan kedua awal pertemuanku dengan pembimbingku,
yang menunjukkan bahwa bisnis ini telah membawanya pergi ke kota impiannya Paris,
dengan gratis dan malah melebihi perkiraannya.

Bulan ketiga dan seterusnya kujalani semampuku,
tapi rupanya kemampuan yang kukerahkan belum maksimal.

Sampai akhirnya di bulan ke enam aku mengikuti acara besar yang menyadarkanku.
Aku terhenyak bahwa aku sudah berada di tempat yang benar,
dimana orang lain sangat ingin berada di tempatku,
dimana orang lain menjalani hal yang sama dengan lebih berat,
maka amat sangatlah merugi jika aku tidak memaksimalkan usahaku.

Tanpa terasa di bulan ke delapan ini aku mencapai titik aman pertama,
tahap yang awalnya tak kukira bisa kucapai secepat ini,
tahap dimana kerja kerasku membawa kebahagiaan,
bukan bagi diriku saja tetapi bagi semua rekan bisnis di jaringanku,
tahap dimana hasil yang didapat amatlah sepadan dengan usaha yang dilakukan.

Cemooh dan keraguan orang lain menghiasi ingatanku,
biarlah mereka begitu,
karena kebahagiaan ini hanya milikku dan rekan bisnisku,
aku dan merekalah yang paling mengerti apa arti bisnis ini bagi kami,
berada di sisi anak - anak setiap hari namun tetap bisa membantu kebutuhan keluarga,
bekerja dan mengaktualisasikan diri namun tetap menjaga dan menjalani tugas sebagai penjaga harta suami,
berteman dan bergaul namun saling membantu memperkaya diri masing2,
baik dalam segi harta maupun jiwa.

Disini aku menemukan aku,
disini aku menemukan kami,
dan disini aku menemukan bahagia...

Semoga tetap menjadi permata dalam hati,
menjalani bisnis ini akan selalu membawaku,
pada mimpi yang belum tercapai,
pada hasrat yang belum terlaksana,
dan pada Allah SWT yang selalu memberikan yang terbaik pada umat-Nya.
Amin.

Tangerang, 1 Mei 2011
Saat menjadi Senior Manager
di d'BC Network - Oriflame

Saturday, January 22, 2011

Kenapa seorang Ibu harus Di Rumah ?

Pertanyaan klasik dan biasanya jawabannya juga klasik,
Kata siapa seorang ibu harus tinggal di rumah?
Siapa bilang seorang ibu tidak bisa sambil bekerja?
Sekarang jaman emansipasi, sudah tidak seperti RA Kartini !
Begitu biasanya ya jawabannya..

Secara logika memang benar,
tidak ada aturan yang mengharuskan seorang ibu tinggal di rumah.
Tapi ternyata secara aturan budaya dan agama,
hal tersebut justru dianggap benar ?

Jadi terlalu fanatik religiuskan kita kalau mengikuti ajaran agama?
Apakah dianggap kuno kalau masih menjunjung tinggi nilai budaya ?

Tidak ada jawaban hitam putih untuk pertanyaan itu.
Semuanya kembali kepada yang menjalani.

Kalau saya ditanya pertanyaan tersebut 3 tahun lalu,
pasti jawaban saya klasik seperti di atas.

Tapi kalau saya ditanya saat ini,
dengan tegas saya katakan "Ya, seorang ibu harus tinggal di rumah!"

Lha memangnya kenapa ?
Apa yang berubah dengan saya beberapa tahun terakhir ?

Satu alasannya, karena saya mengalami keduanya !

Saat di awal pernikahan, pekerjaan adalah target saya.
Menjadi yang terbaik di pekerjaan merupakan kebanggan tersendiri.
Keluarga belum menjadi prioritas saat masih berdua saja.

Padahal secara aturan agama,
seorang istri wajib menjaga harta benda suaminya,
juga kehormatan suaminya,
serta dipertanggungjawabkan di akhirat nanti tentunya.

Apa konsekuensinya ?
Ya harus memelihara dan menjaga rumah beserta isinya.
Harus hidup bertetangga dengan baik sebagai wakil suami.
Harus siap menerima tamu jika ada yang datang.
Lalu kalau istri bekerja ? Apa pembenarannya ?

Betul bisa diwakilkan kepada pembantu, supir dan pegawai lainnya.
Tapi apakah kemampuan akal dan pertimbangan nalurinya sama dengan kita?
Ya..itu harga yang harus dibayar..

Apalagi saat sudah mempunyai anak,
jelas - jelas anak adalah amanah,
harus dijaga, dididik dan dibesarkan dengan baik.
Kalau dititipkan pada baby sitter atau pembantu ?
Apakah intelektual dan batiniah mereka setara dengan kita ?
Apakah anak kita mendapatkan stimulasi yang maksimal ?
Apakah anak kita diberi contoh bagaimana menjadi manusia yang seperti orang tuanya?
Sekali lagi ya....itu harga yang harus dibayar...

Pembenaran yang mungkin muncul adalah perlunya sang ibu berprestasi,
adalah esensial bagi seorang wanita untuk bisa mengaktualisasi dirinya.
Lalu berhasil mengurus rumah tangga dan membesarkan anak - anaknya dengan baik bukan prestasi ?
Selalu mendampingi anak - anaknya dalam setiap tahap kehidupannya bukan aktualisasi diri ?
Apakah juga mudah melakukan manajemen waktu rumah tangga dimana faktor penentunya adalah anak - anak yang tidak pernah terduga aktifitasnya ?
Mungkin penilaian masyarakat secara umum terhadap ibu rumah tangga yang kurang benar,
sehingga seorang ibu harus memakai blazer dan sepatu tinggi serta pergi rapat dengan pejabat untuk merasa berprestasi dan beraktualisasi ?

Untuk terakhir kalinya...semuanya diserahkan kepada yang menjalankannya.
Bagi saya tanggung jawab saya sebagai seorang insinyur teknik kimia yang berhasil mengumpulkan banyak pengalaman di bidang pemanfaatan panas bumi,
dapat selalu digantikan oleh insinyur teknik kimia lainnya.
Namun tanggungjawab saya sebagai istri dari suami saya serta ibu dari kedua anak saya,
tak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun di dunia ini,
bahkan mungkin di akhirat nanti, insya Allah !

Jadi mari kita renungkan apakah hati dan akal kita telah sejalan ?
Apakah betul - betul tidak ada pilihan lain dari apa yang kita jalankan saat ini ?
Apa benar hidup kita akan hancur jika kita tidak bekerja di luar rumah ?
Apakah tidak ada cara untuk tetap tinggal di rumah namun tetap pula berpenghasilan cukup?

Jawabannya hanya kita sendiri yang tahu :-)

Sunday, January 2, 2011

Komparasi Farmville (Game Online di Facebook) dengan d'BC Network



Aku memulai bisnis di d'BC Network gara - gara kecanduan Farmville, lha memang apa hubungannya ?

Ini dia hubunganya menurutku :


1. Sama - sama harus ngerti cara ngejalanin-nya. Kalau mau main farmville perlu baca tutorial dulu, kalo mau bisnis di d'BCN perlu baca ebook dulu.


2. Sama - sama harus punya banyak temen kalao mau naik level. Kalo mau semakin besar pointnya di FV harus punya banyak temen yang ma djadiin tetangga, kalo mau naik level n nambah poin di d'BCN harus punya banya temen yang mau dijadiin donlen.

3. Sama - sama harus pinter hitung2an belanja supaya uangnya tetep cukup buat level selanjutnya. Kalo di FV mesti itung2an tanaman mana yang harganya cukup murah tapi menghasilkan uang paling banyak dan bisa dibeli dengan uang yang ada buat menuhin seluruh sawah. Kalo di d'BCN mesti itung2an produk mana yang lagi promo tapi bp-nya banyak jadi bisa tutup poin dengan efektif dan juga jualan yang paling laku.

4. Sama - sama harus aktif di facebook. Supaya temen2 tertarik ikut main FV harus sering posting status FV di facebook. Sama di d'BCN juga supaya temen2 percaya kita jalanin bisnis ini dengan menarik dan menyenangkan, mesti sering2 pasang status promo Oriflame di facebook.


5. Sama - sama harus banyak belajar sama yang dah lebih jago. Kalo mau tau trik2 di FV biar cepet naik level harus banyak tanya sama yang dah lebih tinggi levelnya, biar tahu apa dulu yang mesti dibuat supaya keluar tools baru. Sama di d'BCN juga mesti rajin2 belajar sama aplen2 yang dah lebih dulu menikmati uang jutaan rupiah, jadi tahu apa dulu yang mesti dikerjain biar lancar naik levelnya.


6. Sama - sama harus menyisihkan waktu secara rutin dan fokus. Kalo di FV harus mau luangin waktu buat panen dan nanem lagi supaya waktunya efektif jadi sawahnya produktif. Di d'BCN juga harus kasih alokasi waktu yang jelas tiap harinya buat pasang iklan, promo ke temen2, follow up prospek dan diskusi sama aplen supaya target harian tercapai dengan baik.


7. Sama - sama harus kerjasama sama temen tuk mencapai tujuan yang lebih besar. Kalo di FV harus rajin ikut co-op biar bisa dapet medali dan hadiah2 menarik. Kalo di d'BCN harus sering diskusi sama core team buat bisa pasang target bareng jadi bisa melangkah lebih ringan tuk sama2 berjuang naik level.


8. Sama - sama harus saling membantu dengan teman. Kalo di FV harus bantuin temen bagi2 produk pertanian dan peternakan supaya bisa dapat imbalan bahan bakar dan banyak hadiah lain. Kalo di d'BCN harus tulus mau bantu donlen dengan segala ilmu dan perbuatan seperti bantuin taktik tupo, spill over prospek, bantuin closing member dan bantuin bikin iklan supaya donlen cepat majunya.


9. Sama - sama perlu pengetahuan online supaya lancar. Kalo di FV harus tahu gimana caranya dapet koneksi internet yg cepet supaya kalo lagi panen gak ngehang dan harus terbiasa dengan tampilan FV biar bisa efektif bergerak selama main. Kalo di d'BCN juga harus mau belajar pemakaian web replika dan web oriflame buat order atau cek activity report supaya bener2 bisa bekerja dengan online dan memanfaatkan support online lengkap yang dah disediakan d'BCN dan Oriflame.


10. Tapi ada bedanya lho! Kalo di FV hadiah uangnya cuma virtual, biar sekaya apapun tetep ga bisa buat beli breadtalk :-p. Kalo di d'BCN uangnya bener2 asli deh, bisa buat jalan2 sama anak2 dan nonton bioskop, bisa buat bayar sekolah dan cicilan rumah, juga bisa dapat hadiah yang lebih edan lagi kayak jalan2 ke luar negeri dan mobil honda new crv !

Jadi sekarang tau khan kenapa aku hijrah dari Farmville ke d'BC Network ? Gimana dengan kalian ?

Thursday, December 9, 2010

Manajemen Waktu Bisnis dari Rumah

Ah ini dia yang selalu jadi alasan untuk tidak cukup aktif dalam bisnis online, gak cukup waktu! Padahal masa sih ya?

Sebagai ibu yang pernah kerja kantoran, menghabiskan banyak sekali waktu di kantor seharian, rasanya waktu untuk di rumah memang tidak cukup. Tapi ternyata itu semua cuma masalah kemauan dan kedisiplinan.

Waktu yang 24 jam itu pasti bisa kita sisihkan barang 1 - 2 jam diluar kegiatan kita sehari - hari. Cara mencari waktunya ya hanya kita yang tahu. Misalnya sebelum subuh saat anak - anak kita masih tertidur lelap. Atau pagi saat semua sudah pergi beraktifitas dan kita belum mulai masak dan kegiatan rumah tangga lainnya. Atau malam saat semuanya sudah tidur dan berisitirahat. Selalu saja ada waktu yang bisa dicari untuk dimanfaatkan sebagai waktunya bisnis online kita.

Tapi mencari waktu saja ternyata tidak cukup. Tentunya harus dibarengi dengan perencanaan yang matang tentang apa - apa saja yang ingin dikerjakan beserta dengan targetnya. Misalnya target dibuat per bulan lalu di breakdown per minggu lalu dipecah lagi menjadi per hari. Harus disiplin menjalankannya dan mengevaluasi targetnya sehingga tujuan yang lebih besar bisa tercapai. Tentunya dengan begini kita bisa memanfaatkan waktu kita lebih efektif karena tidak harus berpikir dulu apa yang akan dikerjakan. Selain itu juga kita tidak mudah teralihkan dengan hal - hal lain yang tidak sejalan dengan tujuan bisnis online kita.

Sekali lagi semuanya membutuhkan planning dan action. Planning saja tidak akan menghasilkan, action saja tanpa planning tentu menjadi tidak terarah. So kapan lagi ? Ya harus segera mulai dari sekarang. Bikin target jangka panjang lalu breakdown sampai ke harian, dan segera kerjakan, jangan ditunda lagi. Semoga sukses ya ?